Jangan kau tolak dan buatku hancur. Ku takkan mengulang tuk meminta.

Yovie & Nuno - Janji Suci

Terakhir

Ambigu? Tidak.
Ya bagiku tidak, karena ini memang yang terakhir.

Apa yang harus aku lakukan?
Tanpa acuan, titik temu dan pengetahuan.

Entah
Apa yang harus aku lakukan?

Lelah
Rasaku ingin melepas penat dalam dekapan

Hangat
Kunikmati momen indah terakhir bersama rekan malam ini

Bahagia
Canda tawa hiasi kegilaan dalam ketidakjelasan pekerjaan kami

Sedih
Karena ini memang yang terakhir.

Baru kurasakan memiliki partner seperjuangan yang luar biasa selama 3 tahun terakhir ini. Berbagai momen, senang maupun sedih, lelah maupun santai, penting maupun absurd dan solidaritas yang tidak akan terlupakan.

Terimakasih Paskibra SMA Negeri 1 Purwokerto terutama Angkatan 22.

Denganmu lah aku mengenal motto “Tiada keringat yang mengkhianati” dan dengan itu lah aku terus berjuang menikmati masa-masa terakhir ini.

Saya, Ruti Pusakawati selaku anggota PSDM yang-hari-ini-ditolak-LPJnya-dalam-muker-sehingga-dipending-esok-hari berharap yang terbaik akan kemajuan organisasi pertama dan terbaik saya selama bersekolah.

Karena disana lah aku ditempa dan dibimbing menjadi pribadi yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Kridaning Taruna Manggalaning Nagari

Semoga keikhlasan dan jerih payah malam ini terbayarkan.

Oh muker, kau membuatku menderita kehilangan akal sesaat dan membuat kami mencurahkan euforia bersama cairan merah bersoda berjuluk fanta dan satu kotak wafer coklat bekal lembur kita malam ini.

Sekali lagi, “Tiada keringat yang mengkhianati”

Salam… paskibra!
Paskibra SMA Negeri 1 Purwokerto jaya!

Bila saja aku dapat membaca pikiranmu, yakinkan batinku untuk mendamba.

Bila saja aku dapat membaca pikiranmu, yakinkan batinku untuk mendamba.

Aku, kopi dan biskuit

Entah apa yang mendorongku untuk berbagi kisahku bersama kopi yang aku minum malam ini. Komposisi dari susu, gula, dan biji kopi terpilih menemaniku menghabiskan malam santai bebas penat. Sedikit pahit namun terselip rasa manis yang kaya bagaikan kebahagiaan yang aku alami hari ini.

Ditemani sekotak biskuit aku mulai menyusuri indahnya hari jumat penuh berkah yang sudah meletuskan euforia kerinduan tak tertandingi dalam waktu satu pekan ini.

Aroma kelapa biskuitku tercium, menggoda si larutan suspensi untuk terjun bersama dalam roller-coaster licin penuh tantangan menuju kawah asam klorida.

Kenyataan yang pahit memang bila kita membayangkan kemanisannya hilang dalam sekejap. Bagaikan kertas disulut api. Pancaran indah merah menyala memusnahkan segala coretan kenangan di kertas dalam kedipan indra pendeteksi cakrawala.

Jika saja aku bisa tetap meminum kopiku tanpa menghabiskannya… Jika saja biskuitku tetap utuh walaupun aku lahap dengan rakusnya.

Bagaikan kenangan indah dibulan Agustus, inginku menikmati momen tanpa takut hal itu akan habis ataupun hilang.

Tapi bila aku boleh menambah satu kalimat lagi dalam coretan malam ini maka aku akan tuliskan sesuatu untukmu. Hari bersamamu adalah hari yang penuh warna sehingga janganlah kau hapus warna indahmu dari hidupku, sayang.

Stagnansi.

Apa yang harus aku lakukan ketika goncangan angin begitu derasnya mengalir silir berganti melawatiku bak pohon tanpa kuasa melawan musim namun mempunyai asa menggapai mentari?

Stagnansi.

Apa yang harus aku lakukan ketika goncangan angin begitu derasnya mengalir silir berganti melawatiku bak pohon tanpa kuasa melawan musim namun mempunyai asa menggapai mentari?